Kediri – Sebuah kandang puyuh milik Jaswadi di RT 11 RW 03, Dusun Keling, Desa Keling, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri, hangus terbakar pada Jumat (24/7) dini hari. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik yang memicu api hingga dengan cepat membesar dan melalap bangunan kandang.
Peristiwa tersebut pertama kali dilaporkan pemilik kandang sekitar pukul 05.30 WIB. Mendapat laporan itu, Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Kediri Pos Pare langsung bergerak menuju lokasi pada pukul 05.32 WIB dan tiba sekitar pukul 05.42 WIB.
Petugas kemudian melakukan proses pemadaman selama kurang lebih 38 menit. Api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 06.20 WIB, sehingga tidak sempat merembet ke bangunan maupun fasilitas lain di sekitar lokasi.
Berdasarkan hasil penanganan di lapangan, api diduga berasal dari korsleting pada kabel listrik yang berada di bagian atas kandang. Percikan api kemudian menyambar material kayu sebelum menjalar ke bagian atap. Kondisi bangunan yang didominasi material mudah terbakar membuat kobaran api dengan cepat membesar.
Dalam proses penanganan, Damkar Kabupaten Kediri mengerahkan satu unit armada dari Pos Pare beserta empat personel. Petugas memastikan seluruh titik api benar-benar padam agar tidak kembali memicu kebakaran.
Akibat insiden tersebut, pemilik kandang diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp25 juta. Meski demikian, upaya cepat petugas berhasil menyelamatkan aset senilai sekitar Rp700 juta sehingga kerusakan tidak meluas.
Tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, mengatakan dugaan sementara penyebab kebakaran adalah korsleting listrik. Ia mengimbau masyarakat agar rutin memeriksa kondisi instalasi listrik, terutama pada bangunan peternakan, gudang, maupun tempat usaha yang banyak menggunakan material mudah terbakar.
"Harapannya masyarakat untuk rutin memeriksa instalasi listrik, terutama pada bangunan peternakan atau gudang yang banyak menggunakan material mudah terbakar, guna mencegah kejadian serupa terulang," pesannya.(red/lis)
0 Komentar