Kandang Ayam PT Wonokoyo di Nganjuk Dilalap Api, Damkar Berjibaku Tiga Jam

JADI ARANG: Petugas Damkarmat Nganjuk memadamkan kebakaran yang melanda kandang ayam di Jatikalen (photo by Radar Nganjuk)



NGANJUK- Kebakaran hebat melanda kandang ayam milik PT Wonokoyo Jaya Corporindo yang berada di Desa Songsong, Kecamatan Jatikalen, Kabupaten Nganjuk, pada Rabu (25/6). Insiden yang diduga dipicu oleh korsleting listrik pada mesin blower tersebut mengakibatkan kepanikan di kalangan karyawan perusahaan dan menyebabkan kerugian material yang cukup besar.

Peristiwa bermula sekitar pukul 11.00 WIB ketika petugas keamanan perusahaan melihat percikan api muncul dari mesin blower yang berada di dalam area kandang ayam. Percikan api itu dengan cepat membesar dan merambat ke bagian bangunan kandang. Banyaknya material yang mudah terbakar membuat kobaran api semakin sulit dikendalikan dengan peralatan pemadam seadanya.

Menyadari situasi semakin membahayakan, pihak keamanan perusahaan segera menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Nganjuk. Laporan diterima petugas pada pukul 11.29 WIB, kemudian regu pemadam dari Pos Lengkong dan Pos Rejoso langsung diberangkatkan menuju lokasi kejadian.

Kepala Damkarmat Kabupaten Nganjuk, Imam Ashari, mengatakan bahwa begitu tiba di lokasi, petugas mendapati api telah membakar sebagian besar bangunan kandang. Proses pemadaman pun segera dilakukan dengan mengerahkan personel dan armada yang tersedia. Besarnya kobaran api membuat petugas harus berjibaku selama hampir tiga jam untuk mengendalikan si jago merah.

"Anggota siaga dari Lengkong dan Rejoso langsung kami kerahkan setelah menerima laporan," ujar Imam.

Setelah melakukan upaya pemadaman secara intensif, api akhirnya berhasil dikendalikan dan dipastikan padam sepenuhnya sekitar pukul 14.00 WIB. Petugas kemudian melakukan proses pendinginan guna memastikan tidak ada titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi, kebakaran diduga kuat berasal dari korsleting listrik pada mesin blower yang berada di dalam kandang. Percikan api kemudian menyambar material mudah terbakar di sekitarnya sehingga api dengan cepat menjalar ke seluruh bagian bangunan.

"Percikan api yang muncul kemudian memicu kebakaran yang cepat membesar karena banyaknya material mudah terbakar di lokasi," jelas Imam.

Beruntung tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Seluruh karyawan berhasil menyelamatkan diri saat api mulai membesar. Meski demikian, kebakaran mengakibatkan kerusakan pada bangunan kandang beserta sejumlah peralatan operasional. Kerugian material akibat kejadian ini diperkirakan mencapai sekitar Rp150 juta.

Usai proses pemadaman, petugas Damkarmat juga melakukan pendataan, olah tempat kejadian perkara (TKP), serta memberikan edukasi kepada pihak perusahaan mengenai pentingnya pemeriksaan berkala terhadap instalasi listrik dan peralatan mekanis di area produksi. Langkah tersebut diharapkan dapat meminimalkan risiko terjadinya kebakaran serupa di kemudian hari.(red/lis)

Posting Komentar

0 Komentar