SURABAYA- Nia (28), keponakan almarhumah, mengungkapkan bahwa bibinya pertama kali ditemukan meninggal dunia oleh putri sulungnya, Anik (40), dalam kondisi yang tidak wajar. Saat ditemukan, korban berada dalam keadaan tanpa busana. Selain itu, keluarga juga menemukan adanya luka yang diduga bekas bakar pada kedua pergelangan tangan korban.
Menurut keterangan yang diperoleh Nia dari kedua putri korban, yakni Anik dan Silvi, terdapat sejumlah kejanggalan pada kondisi jenazah. Selain luka pada pergelangan tangan, wajah korban juga tampak menghitam sehingga menimbulkan dugaan bahwa kematiannya bukan disebabkan oleh faktor alami.
"Saya mendapat cerita dari Mbak Anik dan Mbak Silvi bahwa ibu mereka meninggal dalam kondisi tidak wajar. Di kedua pergelangan tangannya terdapat luka seperti bekas terbakar, sementara wajahnya terlihat menghitam," ujar Nia saat ditemui di rumah duka, Rabu (24/6/2026).
Peristiwa tersebut terungkap ketika Anik pulang bekerja sekitar pukul 17.00 WIB pada Selasa sore. Setibanya di rumah, ia merasa ada sesuatu yang janggal karena pagar rumah dalam keadaan terbuka. Kecurigaannya semakin bertambah saat mendapati pintu rumah tidak tertutup rapat.
Ketika masuk ke dalam rumah, Anik dikejutkan oleh pemandangan memilukan. Ia menemukan ibunya tergeletak tengkurap di lorong yang menghubungkan ruang tamu dan dapur. Korban sudah tidak bernyawa dan dalam keadaan tanpa mengenakan pakaian.
"Mbak Anik kaget karena pagar besi rumah tidak terkunci dan pintu rumah terbuka sedikit. Saat masuk, ia melihat ibunya dalam posisi tengkurap tanpa busana dan sudah meninggal dunia," tutur Nia.
Dalam keadaan panik, Anik segera keluar rumah sambil berteriak meminta pertolongan warga sekitar. Teriakan tersebut mengundang perhatian warga yang kemudian berdatangan untuk membantu dan memastikan kondisi korban.
Selain menemukan korban dalam kondisi mengenaskan, keluarga juga menyadari bahwa sejumlah barang milik korban hilang. Dompet dan telepon genggam yang biasa digunakan korban tidak ditemukan di dalam rumah meski telah dicari ke berbagai ruangan, termasuk kamar korban.
"Dompet dan handphone milik budhe hilang. Sudah dicari ke kamar dan seluruh bagian rumah, tetapi tidak ditemukan," ungkapnya.
Selama ini korban tinggal bersama dua putrinya dan seorang cucu. Dalam kesehariannya, korban berperan mengasuh cucunya yang merupakan anak dari Silvi. Sementara kedua putrinya bekerja di luar rumah sehingga korban biasanya tidak pernah berada seorang diri di kediamannya.
"Biasanya budhe tidak pernah sendirian di rumah karena ada cucunya. Namun saat kejadian, beliau sedang berada sendiri," kata Nia.
Usai menerima laporan penemuan jenazah, personel Polsek Lakarsantri bersama Tim Inafis Polrestabes Surabaya dan petugas terkait langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara serta mengevakuasi jasad korban ke RS Bhayangkara guna keperluan pemeriksaan lebih lanjut.
Jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga dan dimakamkan di TPU Putat Jaya pada Rabu siang.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Lakarsantri, Iptu Aris Nuryanto, mengatakan bahwa hingga Rabu sore sekitar pukul 16.00 WIB pihak keluarga belum secara resmi membuat laporan polisi. Meski demikian, kepolisian telah mengetahui peristiwa tersebut dan tetap melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban.
"Kami melakukan monitoring terhadap kasus ini. Memang sejauh ini belum ada laporan resmi dari keluarga, namun penyelidikan tetap kami lakukan," ujar Aris.(red/lis)
0 Komentar